Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Saturday, October 4, 2008

Apakah qulub kita hidup?


InsyaAllah, di surat Al an'aam ini Allah menceritakan tentang dua orang umar, yaitu Umar bin khattab dan Umar bin hisyam. Dimana Allah katakan keduanya telah dalam keadaan yang mati, yaitu kedua orang Umar tidak dalam keadaan tidak berpetunjuk dengan petunjuk dari Allah yaitu Al qur'an.

kemudian Salah satu dari kedua umar itu Allah jadikan hidup dengan di turunkannya cahaya, yaitu berupa hidayah dengan menjadikannya berpetunjuk kepada petunjuk Allah yaitu Al qur'an(ayat ini sekaligus jawaban dari Doa Rosul yg memohon kepada Allah agar Islam saat itu di kuatkan dengan berimannya 2 orang umar). Dan itu adalah Umar bin khattab. Dimana kemudian umar berjalan di antara manusia, maksudnya Umar menjalani hidupnya dengan cahaya hidup, dengan Al qur'an.

Sementara Umar yang satu tetap dalam keadaan mati, dalam keadaan yang gelap gulita tidak mau berpetunjuk dengan Al qur'an yang sekali-kali Ia tidak dapat keluar dari kegelapan itu dan dijadikan oleh Allah mereka memandang baik/memandang apa yang mereka kerjakan.

Dan di ayat ini Allah menyoal, adakah sama di antara keduanya? adakah sama Umar yang telah berpetunjuk dengan Al qur'an dengan Umar yang tidak berpetunjuk dengan Al qu'an?
READ MORE - Apakah qulub kita hidup?

Wednesday, May 21, 2008

Seteguh keislaman Bilal

Siapa yang tak kenal Bilal bin rabah, Seorang budak belian berkulit hitam asal Habasyah (sekarang ethiophia) yang kemudian derajatnya Allah mulyakan karena keislamannya. kemulyaan billal bin rabah dapat kita lihat dalah satu kisah Ketika suatu ketika rosul meminta billal menemuinya, Rosul berkata telah mendengar suara terompah bilal di surga sementara orangnya masih hidup dan ternyata yang menyebabkan itu adalah amalannya yang setiap kali Bila berhadats, Bilal langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat.

Dalam menjalani awal keislamannya tidaklah mudah bagi Billal karena senantiasa penuh dengan siksaan dari majikannya yang memaksanya untuk kembali kepada agama leluhurnya sebagai penyembah berhala. Majikannya, Umayyah memaksa Bilal keluar dari Islam dengan segala cara. Pada siang yang terik, Bilal dipaksa memakai baju besi kemudian dikubur dalam pasir yang sangat panas hingga hanya kepalanya saja yang nampak

Ia pun sering dipaksa Umayyah untuk berbaring telentang di atas pasir yang sangat panas. Kemudian tubuh Bilal ditindih oleh batu yang sangat besar dan berat. Di lain waktu, Bilal diikat lehernya dan diseret ke kota Mekkah. Meski demikian, Bilal tetap bertahan seraya berucap "Ahad, Ahad."

Sampai akhirnya, suatu kali Abu bakar lewat di mana bilal sedang menjalani penyiksaan, dan Abu bakar meminta kepada umayah untuk menjual Bilal kepadanya. Dan akhirnya billalpun di beli Abu Bakar dengan harga yang tinggi karena Umayah merasa segan untuk menjual bilal kepada Abu bakar. Segera setelah di beli Abu Bakar Bilalpun di bebaskan.

Satu pelajaran yang sepantasnya kita tiru dari seorang Bilal adalah keteguhannya untuk memegang kalimat Allah. Hendaknya bagi kita juga sama, janganlah melepaskan kalimat Allah, janganlah meninggalkan kalimat Allah-aturan Allah untuk mendapatkan sesuatu yang dianggap baik, sesuatu yang kita anggap dapat menyenangkan hati kita.

Mudah-mudahan dengan tetap menjaga kalimat Allah, kita tetap memgang kalimat Allah, Allah akan meninggikan derajat kita, Allah akan memulyakan kita sebagai mana Allah telah memulyakan Bilal. kemulyaan dimata Allah tentunya yang kita harapkan. amin.

kisah yang lain :
Mungkinkah muncul utsman di masa sekarang
Figur seorang pemimpin
Cinta Umar pada rosul

READ MORE - Seteguh keislaman Bilal

Tuesday, May 20, 2008

Mungkinkah muncul Utsman di masa sekarang

Mendengar dan melihat berita akhir-akhir ini tentang kondisi Indonesia saat ini, saya jadi teringat dengan keadaan yang menimpa madinah pada masa Rosul dulu. Dimana pada saat itu negeri madinah dilanda kekeringan bersangatan yang menyebabkan kegagalan panen dan gandum sebagai bahan makanan sulit untuk di dapat.

Dari keadaan seperti itu, kemudian munculah Utsman. Utsman mengimpor gandum dalam jumlah yang banyak (maaf, sy lupa dari daerah mana). Dan kabar Ali mengimpor gandum ini terdengar oleh para pedagang madinah yang kemudian berniat untuk membeli gandum yang utsman impor dengan maksud untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dan menghasilkan keuntungan tentunya. Akan sangat menguntungkan menjual barang yang mana sangat dibutuhkan masyarakat waktu itu. Namun jawaban Utsman terhadap para pedangang itu sangat mengagumkan. Utsman berkata bahwa 'Barang dagangan saya sudah ada yang membelinya dengan harga yang sangat tinggi' dan pembelinya adalah Alloh.

Kemudian Gandum yang di impor utsman di bagi-bagikan secara gratis ke masyarakat madinah waktu itu.
Alangkah Beruntungnya orang yang bisa memerankan utsman masa sekarang(sayang bukan saya dan juga bukan anda) ketika Indonesia di landa kesulitan muncul orang yang seperti Utsman... yah setidaknya jangan sampai yang muncul para penimbun yang berniat mengambil kesempatan dalam kesempitan.

kisah lainnya :
Figur seorang pemimpin
Cinta Umar pada Rosul
Seteguh keislaman Bilal

READ MORE - Mungkinkah muncul Utsman di masa sekarang

Sunday, May 18, 2008

Figur seorang pemimpin

"Taatilah saya selama saya taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bila saya mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, janganlah ikuti saya.”

Kurang lebih seperti itulah kalimat pertama yang di ucapkan abu bakar ketika memulai kepemimpinannya sebagai kholifah pertama. Tanpa ada program2 yang di janjikan, Kesetiaannya kepada Allah dan Rosul telah menjadikan kepercayaan tersendiri bagi umat pada masa itu.

Abu Bakar bernama lengkap Abdullah bin Abi Kuhafah At-Tamimi. Nama kecilnya adalah Abdul Ka’bah. Gelar Abu Bakar diberikan Rasulullah karena cepatnya dia masuk Islam (assaabiquunal awwaluun, yakni golongan pertama yang masuk Islam). Sedang Ash Shiddiq yang berarti ‘amat membenarkan’ adalah gelar yang diberikan kepadanya lantaran ia segera membenarkan Rasulullah SAW dalam berbagai peristiwa.

Kesetian beliau kepada Allah dan rosulnya dibuktikan beliau semenjak awal keislamannya. Seluruh harta kekayaannya sepenuhnya di gunakan untuk mendukung perjuangan rosul. Bukan cuma dengan harta bahkan beliau sendiri tidak pernah absen turut serta dalam peperangan yang di jalani rosul.

Dan sepeninggal rosul, Abu bakar meruskan perjuangan Rosul untuk menegedakan aturan Aturan Beliau senantiasa berpesan kepada pasukannya ketika akan berperang :
"Jangan berkhianat, jangan berlebih-lebihan, jangan menipu, jangan membunuh lawan dengan cara yang menyeksakan serta jangan membunuh anak, lelaki lanjut usia, dan wanita. Jangan menebang pohon kurma atau pohon yang sedang berbuah, jangan melakukan pembakaran serta jangan menyembelih kibas, lembu dan unta kecuali hanya untuk sekadar keperluan dimakan dagingnya. Nanti kalian akan berjumpa dengan orang yang bertapa dalam biara, biarkan mereka dan jangan mengusik mereka."

Menjelang ajalnya Abu Bakar berkata; "Allah membuka dunia bagi kamu sekelian, maka jangan mengambil darinya kecuali secukupmu. Dan ketahuilah bahawa siapa mengerjakan solat subuh, maka ia dalam jaminan Allah swt. Maka janganlah meremehkan Allah dengan jaminan-Nya sehingga menjerumuskanmu didalam neraka".

Abu Bakar, merupakan satu dari figur pemimpin Islam sepeninggalan rosul, yang tetap setia kepada Allah dan rosulnya, meskipun rosulnya sudah tidak ada bersamanya. Dan sekarang tiba masa kita di mana Rosul sudah tidak ada, Sahabat seperti Abu bakar, Umar, Utsman, Ali dan yang sahabat dekat rosul juga sudah tidak bersama kita, akankah kita tetap setia seperti mereka? Mulailah dari diri kita, karena pada dasarnya setiap diri adalah pemimpin, minimalnya menjadi pemimpim buat diri sendiri.

tulisan lain masalah kepemimpinan :
Laki-laki yang qowwam
tulisan lain tetang kisah sahabat :
Cinta Umar pada Rosul
Mungkinkah muncul Utsman di masa sekarang
Seteguh keislaman Bilal
READ MORE - Figur seorang pemimpin

Wednesday, April 30, 2008

Cinta Umar pada Rosul

Sebelum Umar masuk ke dalam golongan orang islam. Tidak ada yang menyangsikan bagaimana kebencian Umar kepada rosul. Sebaliknya juga tidak ada yang menyangsikan kecintaan Umar kepada Rosul setelah Umar memeluk Islam dan menjadi salah satu sahabat terdekat nabi. kecintaan umar salah satunya terbukti dari perkataan umar sendiri kepada Rosul (kurang lebih seperti ini) "Ya rosul dulu tidak ada orang di muka bumi ini yang paling kubenci selain dirimu, Tapi sekarang tidak ada orang yang paling aku cintai di muka bumi ini selalin dirimu". Itulah Umar! Ucapan beliau bukanlah ucapan penghias bibir belaka, kecintaan Umar akan terbuktikan kalau kita membaca kisah Umar secara lebih detail selama perjalannya menjadi sahabat Rosul.

Salah dari kisah itu diantaranya ketika Rosul wafat, seluruh orang beriman merasa terguncang. Dan umar pada waktu itu merupakan orang yang paling terguncang dengan peristiwa itu. Bukan karena Umar tidak pecaya dengan takdir Allah. Namun ini di dorong semata-mata karena kecintaan Umar sangat kepada Rosul sehingga Umar kemudian memperingatkan orang beriman lainnya bahwa 'Demi Allah Rosulullah tidak mati dan Rosulullah tidak akan mati, hingga ia memotong kaki tangan orang-orang munafik'.

Apa yang di lakukan umar ini tidak dapat di benarkan, namun sekali lagi semua itu di lakukan karena kecintaanya yang sangat besar kepada Rosul. Sampai akhirnya Umar disadarkan oleh teguran dari abbas (paman nabi) 'Apakah ada salah seroang dari kamu yang pernah berjanji dengan Rosulullah tentang hal yang demikian (hal yg dikatakan umar diatas)' dan Umar menjawab 'Tidak demi Allah'.

Kisah Umar ini hanya gambaran kecil bagaimana kecintaan sahabat dan orang beriman lainnya kepada Rosullnya. Kecintaan yang semestinya juga tumbuh dalam diri kita yang juga sebagai pengikut Rosul sebagai sahabat Rosul yang meneruskan pengajaran dan perjuangan Rosul!!! Dan di sini juga kita bisa mengambil pelajaran bagaimana sikap para sahabat yang bisa menerima ketika dirasakan ada musibah datang tidak menjadi risau atau sedih berkepanjangan, di tinggal orang orang yg sangat di cintainya.

kisah lainnya:
Figur seorang pemimpin
Mungkinkah muncul Utsman dimasa sekarang
READ MORE - Cinta Umar pada Rosul