Monday, March 10, 2008

It's Official

University of Iowa Press will publish Cancer Bitch next year. Subtitle to come.
READ MORE - It's Official

Sunday, March 9, 2008

Hoisting a Pint

or, the Annals of Polycythemia Vera (in Vera Veritas)


Two weeks ago I went to LifeSource and got a pint of blood removed. I go again on Tuesday. I asked the phlebotomist why my blood couldn't be donated and she said because it won't be tested. Which of course begs the question.... Why not test it?

I think the blood-letting has helped. I may be getting less red in the face and sweating less upon exertion and upon hot-flashing.

The other morning I woke up and thought I heard that British veterans with my disease were suing the govenrment. I figured it had to be part of my dreamworld, but it was real. Apparently hundreds of British and New Zealand servicemen witnessed nuclear tests in the South Pacific in the 1950s, and claim that the radiation exposure caused them to develop polycythemia and other illnesses. Some suffered immediate effects from the radiation: "Several chaps lost teeth, and others lost their hair," according to a serviceman who was 18 at the time and a radio operator aboard a HMS. "So a lot of wives and sweethearts waited in Devonport to welcome back bald fiances and bald boyfriends with a few teeth missing," Others developed PV later or cancers. Some 700 of them have banded together to sue the British Dept. of Defence for compensation.

The former radio operator quoted above was diagnosed with polycythemia in 1974. The BBC refers to it as "a rare form of blood cancer" that his doctors have linked to his exposure to radiation. (For his sake and the sake of the lawsuit, the disease should be as dire as possible; it's sometimes considered pre-cancerous, as a small percentage of people with it develop leukemia, and it's sometimes considered cancer, but it's not really cancer-cancer.)

I felt like saying, "Aha," when I read about the British lawsuit, though I have never sailed the high seas for the United Kingdom. I'm of a mind to blame large institutions for bad things that happen to people. (See my book, When Bad Things Happen to Good People, Blame the Military-Industrial Complex. ;>))But I was never around a nuclear test. I had a lot of chest X-rays as a child because of my asthma and the two times I had pneumonia, but how could I ever prove a connection between the X-rays and the polycythemia? I'm not part of a group of sailors or soldiers or anything else that had repeated chest X-rays. I am a lone Cancer Bitch from the lone prairie. With extra-thick blood and a bad attitude.
READ MORE - Hoisting a Pint

Friday, March 7, 2008

Waspadai "Virus" Resolusi Komputer

ANDA perlu berhati-hati jika sering sakit kepala, mata terasa panas dan kering, dan sakit punggung, saat berada di depan komputer. Bisa jadi, hal itu merupakan gejala computer vision syndrome (CVS). CVS adalah keluhan-keluhan atau gejala pada mata, kepala, dan tulang punggung yang disebabkan oleh efek penyinaran pada aktivitas komputer, televisi, playstation, videogame.

Menurut dr. Susanti N. Sirait, Sp.M., M.Kes., selain gejala-gejala tersebut, gejala lain yang sering muncul adalah penglihatan buram, sering merasa ngantuk, adanya sensitivitas karena silau, mata menjadi sangat berair, rasa tidak nyaman dengan komputer, sakit punggung, sakit leher, kekakuan pada otot-otot bahu atas dan lengan atas, serta kehilangan keseimbangan. "Itu karena pemakaian komputer empat sampai enam jam setiap harinya," tuturnya.

Bahkan, bila keadaan ekstrem, akan disertai rasa lesu pada keadaan umum, mual, dan kelelahan.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan masuk dalam era komputerisasi, tak dapat dimungkiri bahwa semua itu juga menimbulkan dampak yang buruk. Contohnya saja CVS, yang merupakan istilah baru bagi masyarakat. "Gejala ini sudah lama ada, tapi banyak masyarakat yang tidak menyadari kalau itu merupakan gejala CVS. Kebanyakan, orang menganggap itu karena radiasi yang ditimbulkan oleh komputer. Padahal, tak ada kaitannya dengan radiasi, tapi karena resolusi (tingkat ketajaman gambar-red.)," ucapnya.

Menurut Susanti, banyak orang merasa kondisi-kondisi tersebut merupakan gejala minus atau plus pada mata. Padahal, hal itu merupakan kelelahan pada mata yang diakibatkan menurunnya daya akomodasi pada mata.

Sudut pandangan ke komputer yang tidak pas, bagian atas layar komputer yang tidak sejajar dengan mata, tidak sesuainya tingkat terang gelap layar, dan biasanya ada pantulan yang menyilaukan dari sumber cahaya lain, merupakan hal lain yang juga mengontribusi adanya CVS.

Tak hanya itu, menurut Susanti, lingkungan kerja juga dapat memicu gejala CVS. Misalnya, posisi layar komputer yang terlalu tinggi, kursi kerja yang tidak ergonomis (desain suatu produk yang disesuaikan dengan ortopedi tubuh), bisa memunculkan gejala CVS.

Kebiasaan yang sering dilakukan oleh pengguna komputer adalah jika layar komputer terlalu tinggi, subjek harus mendongakkan kepala, guna mendapatkan sudut pandang yang nyaman. Sebaliknya, jika layar komputer terlalu rendah, mengharuskan kepala dan leher lebih fleksibel. Hal ini menyebabkan sakit kepala dan punggung, juga menyebabkan problem pada pergelangan tangan. "Letak layar komputer yang baik adalah 10 derajat di bawah sudut pandang mata," ujarnya.

Menurut Susanti, apabila pekerjaan mengharuskan untuk selalu berinteraksi dengan komputer setiap harinya, dapat dilakukan terapi ringan. Misalnya, dengan membebaskan mata untuk melihat sesuatu yang jauh. Bisa juga melihat benda yang berwarna hijau (tanaman). "Istirahatkan mata dengan memejamkan mata sambil rileks kurang lebih 5 menit setiap 1 jam sekali, saat berinteraksi dengan komputer," tuturnya

Terapi lain, minum air putih yang banyak. Hal itu untuk membantu tubuh agar tidak kekurangan cairan, sehingga ada cukup persediaan air yang memudahkan tubuh menghasilkan air mata, dan menjaga agar mata tidak kering. (Wilujeng Kharisma)***


sumber Pikiran Rakyat
READ MORE - Waspadai "Virus" Resolusi Komputer