Showing posts with label Iklash. Show all posts
Showing posts with label Iklash. Show all posts

Saturday, April 26, 2008

Menahan Nafsu

"Dari Abi Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat gulatnya, tetapi orang yang kuat itu, ialah orang yang dapat menguasai nafsunya di kala dalam keadaan marah (H>R. Bukhari dan Muslim)

Jelaslah dengan adanya hadist ini, bahwa sesungguhnya orang dikatakan kuat bukanlah semata ketika orang itu memiliki badan yang kekar yang siap mengalahkan siapa saja. Tapi seseorang dikatakan kuat yaitu ketika orang itu mampu mengalahkan hawa nafsunya ketika rasa marah bergejolak. Sehinggal ia tidak sampai lupa daratan mencanci maki, melontarkan sumpah serapah untuk melepaskan amarahnya.

Emosi atau amarah tentu tidak akan pernah lepas dari setiap diri manusia karena memang sifat itu telah menempel semenjak manusia lahir kemuka bumi. Dan tentunya ketika rasa marah tersebut muncul dengan sendirinya rasa itu akan membawa suatu reaksi dimana kita akan sanggup untuk melakukan kekerasan sekalipun. Bahkan sesorang yang sudah dikuasi dengan amarah akan sangat mudah terdorong untuk memiliki perasaan dendam yang sangat merusak dan merugikan dirinya. Dendam kepada orang yang telah dianggap menindas atau merugikannya. Bahkan bisa juga dendam kepada lingkungan yang dianggap tidak bersahabat dengan dirinya.

Disitulah ujiannya Buat kita semua, sanggupkan kita menundukan rasa amarah dalam diri kita? tentunya kesabaran, penyerahan diri dengan ikhlas pada ketetapan Allah akan sangat dibutuhkan oleh kita semua untuk menundukan amarah itu.

Bukan berarti kita tidak boleh marah, tentu kita akan marah ketika aturan Allah diinjak-injak, ketika Aturan Allah di hinakan. Tapi itu bukan berarti kita jadi bisa melepaskan amarah kita semau-maunya. Tentunya kita harus banyak belajar dari Rosul dan para sahabat.
READ MORE - Menahan Nafsu

Monday, April 21, 2008

Risau ketika di timpa musibah

"Dari Abdillah bin Mas'ud r.a berkata : Nabi saw bersabda : 'Tidak termasuk golonganku orang yang memukul-mukul pipinya, merobek-robek sakunya, serta berdo'a dengan do'a cara jahiliyah."
(H.R Bkhari, Muslim, Turmudzi dan Ibnu Majah)

Bukanlah sifat orang yang beriman kepada Allah apabila di timpa musibah seperti orang yang digambarkan hadist di atas, kehilangan kendali dirinya. Terbawa pada kesedihan Dengan berlebihan.

Sebaliknya orang beriman adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan sabar ketika memperolah musibah atau di timpa bencana. mampu menghadapinya dengan ridho dan menyerah kepada Allah, dan mengucap "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun" sesungguhnya kami ini milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.

Sikap tidak menerima pada keadaan disertai kesedihan yang berlebihan, berkeluh kesah dengan berlebihan sampai kehilangan kesabarannya dan berputus asa maka akan tertolak sebagai golongan rosul.

Percayalah kepada Allah, yakinlah selalu kepada Allah bahwa Allah tidak akan mendatangkan suatu kesusahan diluar batas kemampuan kita untuk menanggungnya. Justru datangnya musibah, datangnya kesusahan itu sebagai ujian buat keimanan kita. "Apakah kamu mengaku telah beriman kepada Allah sementara kamu belum diuji".

tidak ada keimanan tanpa ujian. Jadilah orang yang sabar : orang yang tidak menjadi lemah dengan datangnya kesusahan atau musibah, orang yang tidak menjadi sedih menerima kesusahan yang datang, orang yang tidak pernah berputus asa mencari solusi dan hikmah dan kesususahan yang ada untuk kemudian bertawakal kepada-Nya.
READ MORE - Risau ketika di timpa musibah